Universitas Harapan Bangsa

Dari Gunungan hingga Larung Sesaji, UHB Hadir untuk Banyumas

Bagikan :

Universitas Harapan Bangsa turut memeriahkan Festival Grebeg Sura Baturraden 2026 di kawasan Lokawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Minggu, 12 Juli 2026. UHB hadir dalam pawai budaya hasil bumi, doa bersama, perebutan gunungan, dan larung sesaji sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata daerah.

Festival yang memasuki penyelenggaraan ke 25 itu dipadati warga dan wisatawan. Pawai dimulai dari kawasan Palawi Baturraden menuju Lokawisata Baturraden dengan jarak sekitar satu kilometer.

Peserta mengenakan busana adat Banyumasan dan membawa gunungan berisi sayuran, buah, umbi, gabah, serta hasil pertanian masyarakat lereng Gunung Slamet. Gunungan tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas hasil bumi dan sumber kehidupan yang diterima selama setahun.

Kehadiran UHB dalam rangkaian tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat berperan dalam merawat identitas daerah. Civitas akademika berbaur dengan masyarakat, pelaku seni, pemerintah desa, komunitas budaya, dan wisatawan yang mengikuti prosesi sejak pagi.

Keterlibatan itu juga memiliki hubungan erat dengan pengembangan sektor pariwisata di Banyumas. UHB membuka Program Studi S1 Pariwisata untuk menyiapkan sumber daya manusia yang profesional, adaptif, dan memahami kekuatan budaya lokal.

Program studi tersebut diharapkan dapat mendukung pengelolaan destinasi, penyelenggaraan kegiatan budaya, serta pengembangan usaha pariwisata berbasis masyarakat. Kehadiran UHB dalam Grebeg Sura menjadi ruang pembelajaran nyata untuk memahami hubungan antara tradisi, destinasi, masyarakat, dan ekonomi kreatif.

Kepala Lembaga Pemasaran dan Humas UHB, Riska Nadiya Salsabela, S.E., M.Sc., mengatakan keterlibatan universitas dalam festival budaya merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.

“UHB tidak hanya hadir melalui kegiatan akademik di dalam kampus. Kami ingin tumbuh bersama masyarakat, memahami nilai budayanya, serta ikut menjaga tradisi yang menjadi identitas Banyumas,” kata Riska.

Menurut Riska, pembukaan Program Studi S1 Pariwisata memperkuat komitmen UHB untuk berkontribusi terhadap kemajuan pariwisata daerah. Mahasiswa tidak hanya mempelajari pengelolaan destinasi di ruang kuliah, tetapi juga didorong terlibat dalam kegiatan masyarakat.

Setelah pawai tiba di Lokawisata Baturraden, rangkaian dilanjutkan dengan ritual dan doa bersama di Petilasan Baturraden. Sesaji kemudian dilarung di Kali Gumawang sebagai ungkapan syukur serta harapan atas keselamatan, kemakmuran, dan kelestarian alam.

Masyarakat selanjutnya memperebutkan gunungan hasil bumi. Prosesi tersebut menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan karena mencerminkan kebersamaan dan semangat berbagi.

Rektor UHB, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menilai tradisi lokal memiliki nilai pendidikan yang penting bagi generasi muda.

“Grebeg Sura mengajarkan rasa syukur, kebersamaan, gotong royong, dan tanggung jawab menjaga alam. Nilai tersebut perlu dikenalkan kepada mahasiswa agar mereka memiliki wawasan global tanpa kehilangan akar budaya daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, perguruan tinggi perlu mendukung pariwisata melalui pendidikan, riset, inovasi, dan penguatan kapasitas masyarakat. Pariwisata yang berkembang harus mampu menjaga budaya sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.

Keikutsertaan UHB sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals, terutama pendidikan berkualitas, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, kota dan permukiman berkelanjutan, serta kemitraan untuk mencapai tujuan. Nilai tersebut diwujudkan melalui pendidikan berbasis kebudayaan, pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab, dan kolaborasi bersama masyarakat.

Grebeg Sura Baturraden merupakan tradisi tahunan yang menjadi ungkapan syukur atas hasil bumi sekaligus daya tarik pariwisata Banyumas. Kegiatan tersebut memperkuat hubungan antara budaya, kelestarian alam, dan perekonomian masyarakat.

Melalui keterlibatan dalam festival ini dan pembukaan Program Studi S1 Pariwisata, UHB mempertegas komitmennya untuk mendukung kemajuan pariwisata Banyumas. UHB juga berupaya menyiapkan generasi profesional yang mampu mengembangkan destinasi tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.

Video :