Universitas Harapan Bangsa

BIPA Heritage Walk UHB Hidupkan Pembelajaran Bahasa di Ruang Publik

Bagikan :

Universitas Harapan Bangsa menggelar BIPA Heritage Walk di kawasan Kota Lama Banyumas, Sabtu, 11 Juli 2026. Kegiatan ini mengajak mahasiswa asing peserta kelas Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing mempraktikkan kemampuan berbahasa melalui perjalanan menggunakan Trans Banyumas, interaksi dengan masyarakat, dan pengenalan budaya lokal.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tugas pembelajaran mahasiswa asing setelah mengikuti sejumlah materi dasar bahasa Indonesia. Materi itu mencakup perkenalan diri, angka, transportasi, cara bertanya, serta ungkapan dalam transaksi jual beli.

Dalam kegiatan lapangan, mahasiswa diminta membuat vlog perjalanan sejak menggunakan transportasi umum hingga menyusuri kawasan Kota Lama Banyumas. Mereka mempraktikkan bahasa Indonesia untuk bertanya arah, berkomunikasi dengan warga, dan melakukan transaksi sederhana.

Mahasiswa juga mengamati berbagai unsur sejarah, arsitektur, kehidupan masyarakat, dan budaya yang berkembang di kawasan tersebut. Metode ini membuat proses belajar tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung.

Kepala Lembaga Pemasaran dan Humas UHB, Riska Nadiya Salsabela, S.E., M.Sc., mengatakan kegiatan tersebut mempertemukan pembelajaran bahasa dengan pengalaman sosial dan budaya.

“Bahasa akan lebih mudah dipahami ketika digunakan dalam situasi nyata. Melalui kegiatan ini, mahasiswa asing belajar berkomunikasi sekaligus memahami kebiasaan dan budaya masyarakat Banyumas,” ujar Riska.

Menurutnya, pembuatan vlog juga membantu mahasiswa menyusun cerita, memilih kosakata, dan menyampaikan pengalaman dalam bahasa Indonesia. Hasil tugas tersebut dapat menjadi bahan evaluasi kemampuan komunikasi mahasiswa selama mengikuti kelas BIPA.

Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris atau HIMACE. Mereka mendampingi mahasiswa asing selama perjalanan dan membantu proses interaksi dengan masyarakat.

Keterlibatan HIMACE menciptakan pembelajaran dua arah. Mahasiswa asing memperoleh kesempatan menggunakan bahasa Indonesia, sedangkan mahasiswa UHB dapat mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris dalam komunikasi lintas budaya.

Rektor UHB, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menilai kegiatan lapangan penting untuk membangun kemampuan komunikasi dan pemahaman antarbudaya.

“Pembelajaran bahasa tidak cukup hanya menguasai tata bahasa dan kosakata. Mahasiswa juga perlu memahami konteks sosial, nilai budaya, dan cara berkomunikasi secara tepat dengan masyarakat,” kata Yuris.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya UHB menciptakan lingkungan pendidikan yang terbuka bagi mahasiswa dari berbagai negara. Interaksi lintas budaya juga dapat memperluas wawasan mahasiswa Indonesia dan memperkuat suasana akademik internasional di kampus.

BIPA Heritage Walk mendukung pemerataan akses terhadap pendidikan berkualitas dan penguatan kota yang inklusif serta berkelanjutan. Pemanfaatan transportasi umum dalam kegiatan ini turut mengenalkan mobilitas perkotaan yang mudah diakses, sedangkan kunjungan ke Kota Lama Banyumas membantu menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya.

Melalui kegiatan ini, UHB berupaya mengembangkan pembelajaran bahasa Indonesia yang komunikatif, kontekstual, dan berbasis pengalaman. Program serupa diharapkan dapat memperkuat kemampuan bahasa mahasiswa asing sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Banyumas kepada masyarakat internasional.

Video :