Universitas Harapan Bangsa

Angkat Diplomasi Digital, Mahasiswa UHB Raih Juara Internasional di ISC 2026

Bagikan :

PURWOKERTO — Merangkai gagasan, menyuarakan perdamaian, membawa karya menuju panggung internasional. Kreativitas generasi muda tidak hanya menjadi sarana berekspresi, tetapi juga membuka ruang dialog antarbangsa. Semangat tersebut mengantarkan Kikio Ritney Sesilia, mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Universitas Harapan Bangsa (UHB) angkatan 2024, meraih Juara 3 kategori esai dalam International Symposium Competition (ISC) 2026. Kompetisi yang dilaksanakan secara daring dalam rangkaian Simposium Internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia ini mempertemukan gagasan mahasiswa Indonesia dari berbagai negara.

Prestasi tersebut diraih Kikio melalui esai berjudul “Diplomasi Narasi: Kontribusi Pemuda Indonesia dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia Melalui Pop-Culture Digital”. Karya tersebut mengangkat potensi budaya populer digital sebagai sarana diplomasi untuk membangun hubungan dan pemahaman antarmasyarakat dunia.

ISC 2026 menjadi wadah bagi mahasiswa Indonesia aktif di berbagai negara untuk menyampaikan pemikiran kritis, gagasan inovatif, serta solusi terhadap isu strategis internasional. Pelaksanaan kompetisi secara daring memungkinkan peserta dari berbagai wilayah berpartisipasi tanpa harus hadir secara langsung di lokasi penyelenggaraan.

Dalam esainya, Kikio memperkenalkan konsep Diplomasi Narasi yang memanfaatkan media budaya populer digital, seperti novel daring, Webtoon, dan animasi. Pendekatan ini menempatkan karya kreatif sebagai instrumen diplomasi lunak atau soft power untuk menyampaikan pesan perdamaian kepada masyarakat internasional.

Gagasan tersebut berangkat dari potensi media digital dalam membentuk persepsi, menumbuhkan empati, serta mempertemukan berbagai sudut pandang. Melalui cerita yang dekat dengan kehidupan generasi muda, pesan perdamaian diharapkan mampu menjangkau masyarakat melampaui batas geografis dan budaya.

Kikio juga menawarkan inisiatif Story for Peace (S4P), sebuah gerakan kolaboratif yang memanfaatkan kekuatan cerita untuk membangun kesadaran perdamaian. Konsep ini diarahkan untuk mengurangi polarisasi di ruang digital sekaligus mendorong interaksi yang lebih inklusif.

Rektor Universitas Harapan Bangsa, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menilai capaian tersebut menunjukkan pentingnya pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas mahasiswa di luar bidang keilmuan utama.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kesempatan luas untuk berkontribusi terhadap persoalan global melalui gagasan inovatif. Kami berharap pencapaian Kikio dapat mendorong mahasiswa lainnya untuk berani berkarya, mengembangkan pemikiran kritis, dan membawa gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Yuris.

Menurutnya, pendidikan tinggi tidak hanya berfokus pada penguasaan kompetensi akademik, tetapi juga pembentukan kepedulian terhadap persoalan sosial. Kemampuan mahasiswa menghadirkan solusi melalui pendekatan kreatif menjadi bagian penting dalam pengembangan generasi yang adaptif dan berwawasan global.

Gagasan diplomasi digital yang diangkat Kikio turut memiliki keterkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya, tujuan ke-16 yang menekankan pentingnya perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh. Pemanfaatan media kreatif untuk membangun empati juga mencerminkan peran generasi muda dalam menciptakan masyarakat yang inklusif.

Keberhasilan Kikio meraih posisi ketiga dalam kompetisi internasional tersebut menambah catatan prestasi mahasiswa UHB pada bidang akademik dan pengembangan gagasan. Capaian ini sekaligus memperlihatkan bahwa mahasiswa bidang kesehatan memiliki ruang kontribusi yang luas dalam menjawab tantangan sosial global.

Melalui karya yang menghubungkan kreativitas digital dengan diplomasi perdamaian, Kikio menghadirkan perspektif mengenai peran generasi muda dalam membangun dialog antarbudaya. Prestasi tersebut menjadi dorongan bagi mahasiswa UHB untuk terus mengembangkan potensi, memperluas wawasan, dan menghasilkan karya yang berdampak bagi masyarakat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Video :