Teknologi membuka peluang, kreativitas melahirkan terobosan, dan keberanian mengubah gagasan menjadi masa depan. Semangat itu mengemuka saat Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto membuka Seminar Gen Z Go Digital di Aula Gedung E, Kampus 1 Universitas Harapan Bangsa, Sabtu, 17 Oktober 2026. Kegiatan yang diikuti sekitar 200 mahasiswa itu mendorong generasi muda memahami peluang kewirausahaan di tengah perkembangan ekonomi digital.

Kehadiran Adisatrya tidak sebatas membuka seminar. Ia juga menjelaskan peran Komisi VI DPR RI kepada mahasiswa serta relevansinya dengan perkembangan dunia usaha dan ekonomi nasional. Di hadapan peserta, Adisatrya menekankan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi perubahan pola bisnis yang semakin dipengaruhi teknologi. Digitalisasi menurutnya membuka ruang luas bagi anak muda untuk membangun usaha, menciptakan inovasi, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat. Seminar tersebut sekaligus menjadi ruang pertemuan antara perguruan tinggi, pembuat kebijakan, dan generasi muda. Kolaborasi itu diarahkan agar mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu mengubah teknologi menjadi peluang yang produktif.

Rektor Universitas Harapan Bangsa, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menilai keterlibatan mahasiswa dalam forum seperti Gen Z Go Digital penting untuk membangun cara berpikir yang adaptif dan berorientasi pada penciptaan nilai. “Mahasiswa perlu melihat digitalisasi bukan hanya sebagai perubahan teknologi, tetapi sebagai peluang untuk menciptakan solusi dan usaha yang memberi manfaat. Pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan seperti ini diharapkan memperluas perspektif mereka tentang bagaimana gagasan dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang berdampak,” kata Yuris. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran dalam menciptakan ekosistem yang memungkinkan mahasiswa belajar melalui pengalaman nyata. Kemampuan akademik perlu berjalan bersama kreativitas, literasi digital, kemampuan berkolaborasi, dan keberanian mencoba.
Pjs. Kepala Lembaga Pemasaran dan Humas UHB, Aldhila Sispaka Putra, S.E., melihat seminar tersebut sebagai bagian dari upaya mempertemukan mahasiswa dengan perkembangan nyata di luar ruang kelas. “Generasi muda memiliki akses terhadap teknologi yang sangat luas. Tantangannya adalah bagaimana akses itu dapat diolah menjadi kreativitas, jejaring, dan peluang usaha. Kolaborasi antara kampus, pemerintah, dunia usaha, dan mahasiswa menjadi penting agar potensi tersebut berkembang menjadi karya yang produktif,” ujar Aldhila.

Semangat kolaborasi tersebut juga memiliki kaitan dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia, sementara kewirausahaan dan inovasi berpotensi membuka kesempatan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Pada saat yang sama, hubungan antara perguruan tinggi dan pemangku kepentingan memperkuat kemitraan untuk menghasilkan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya pada pendidikan berkualitas, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, inovasi, serta kemitraan.

Melalui Seminar Gen Z Go Digital, UHB mendorong mahasiswa agar tidak berhenti sebagai penonton perubahan digital. Kampus ingin generasi muda mampu membaca peluang, membangun jejaring, serta mengembangkan gagasan menjadi solusi dan usaha yang memberi nilai bagi masyarakat. Kolaborasi UHB dengan Komisi VI DPR RI dalam kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan pendidikan, kewirausahaan, dan perspektif kebijakan. Harapannya, generasi muda semakin siap mengambil peran dalam ekonomi digital sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan bangsa.