PURWOKERTO – Mutu pendidikan terus diupayakan, kualitas akademik menjadi perhatian. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan, demi menghasilkan tenaga kefarmasian yang kompeten dan berdaya saing. Universitas Harapan Bangsa (UHB) memulai rangkaian Asesmen Lapangan (AL) Program Studi S1 Farmasi dan Pendidikan Profesi Apoteker pada Selasa (20/10/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Akreditasi Gedung E, Kampus 1 UHB, Purwokerto, mulai pukul 07.30 WIB.
Asesmen lapangan merupakan tahapan penting dalam proses akreditasi untuk menilai kesesuaian penyelenggaraan pendidikan dengan standar mutu yang berlaku. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi UHB untuk mengevaluasi kualitas tata kelola akademik, pembelajaran, serta pengembangan kompetensi lulusan.
Pelaksanaan asesmen dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 20 hingga 24 Oktober 2026. Dalam proses tersebut, berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan menjadi fokus penilaian, meliputi kurikulum, sumber daya manusia, sarana prasarana, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan sistem penjaminan mutu.

Ketua Program Studi S1 Farmasi UHB, apt. Galih Samodra, M.Farm., menilai asesmen lapangan sebagai kesempatan penting untuk menunjukkan komitmen program studi dalam menjaga kualitas pendidikan kefarmasian.
“Asesmen lapangan ini menjadi momentum bagi kami untuk mengevaluasi sekaligus menunjukkan berbagai upaya peningkatan mutu yang telah dilakukan. Kami terus berkomitmen mengembangkan pembelajaran, memperkuat kompetensi mahasiswa, serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan agar selaras dengan perkembangan ilmu kefarmasian dan kebutuhan dunia profesi,” ujarnya.
Galih juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh unsur akademik dalam membangun budaya mutu yang konsisten. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh pemenuhan dokumen akreditasi, tetapi juga melalui implementasi pembelajaran dan pencapaian kompetensi mahasiswa.
Sementara itu, Rektor Universitas Harapan Bangsa, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., memandang pelaksanaan asesmen lapangan sebagai bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi.

“Asesmen lapangan menjadi kesempatan bagi Universitas Harapan Bangsa untuk memastikan proses pendidikan berjalan sesuai standar yang ditetapkan. Kami ingin terus membangun sistem akademik yang berkualitas, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Peningkatan mutu pendidikan kefarmasian menjadi bagian dari arah pengembangan UHB menuju World Class Entrepreneurship University yang berkarakter mandiri dan berbudaya.
Melalui penguatan pendidikan, penelitian, dan inovasi, UHB berupaya menyiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan pelayanan dan industri kesehatan.
Komitmen tersebut turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta tujuan keempat mengenai pendidikan berkualitas. Penguatan pendidikan kefarmasian diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Pelaksanaan asesmen lapangan hingga 24 Oktober 2026 menjadi kesempatan bagi kedua program studi untuk memperoleh evaluasi eksternal yang konstruktif. Melalui proses tersebut, UHB berharap dapat memperkuat kualitas akademik sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan kefarmasian.