Persaingan berlangsung ketat, penilaian dilakukan secara cermat. Sebanyak 75 peserta mengadu kemampuan untuk memperebutkan dua jabatan perangkat desa. Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Harapan Bangsa (UHB) memfasilitasi seleksi tersebut melalui sistem ujian berbasis komputer. Kegiatan berlangsung di Laboratorium Komputer Kampus 2 UHB, Purwokerto, Sabtu (10/10/2026). Pemanfaatan teknologi ini bertujuan mendukung proses seleksi yang objektif, transparan, dan terukur. Seleksi Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa (P3D) Pasir Lor, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, membuka dua formasi jabatan. Sebanyak 21 peserta bersaing untuk posisi Kepala Dusun I. Sementara itu, 54 peserta lainnya memperebutkan jabatan Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum.

FST UHB menyediakan fasilitas laboratorium dan sistem Computer Assisted Test (CAT) untuk mendukung pelaksanaan ujian. Sistem tersebut dikembangkan UHB dan telah digunakan dalam sejumlah kegiatan seleksi perangkat desa di Kabupaten Banyumas. Pelaksanaan ujian diawali dengan registrasi, pengarahan teknis, dan simulasi penggunaan sistem. Peserta kemudian mengerjakan 100 soal dalam waktu 120 menit. Materi ujian mencakup regulasi pemerintahan desa, wawasan kebangsaan, Bahasa Indonesia, Matematika, dan pengetahuan umum. Sistem CAT memungkinkan pengolahan jawaban dan penghitungan nilai secara otomatis.
Hanya 12 Peserta Lolos ke Tahap Praktik
Persaingan semakin mengerucut setelah pengumuman hasil ujian tertulis. Sebanyak 12 peserta berhasil memenuhi nilai ambang batas atau passing grade sebesar 60. Empat peserta berasal dari formasi Kepala Dusun I. Delapan peserta lainnya merupakan calon Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum. Mereka kemudian mengikuti ujian praktik komputer untuk mengukur keterampilan administrasi berbasis teknologi.

Pengujian meliputi penggunaan Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint. Peserta juga diuji dalam pengoperasian internet, surat elektronik, serta pemanfaatan Gemini AI. Materi kecerdasan buatan tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari keterampilan digital yang berpotensi mendukung pekerjaan administrasi pemerintahan desa. Tahapan seleksi berlangsung semakin kompetitif ketika dua peserta formasi Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum memperoleh nilai sama. Panitia kemudian menyelenggarakan ujian CAT tambahan dengan 50 soal selama 30 menit. Pengujian tersebut dilakukan untuk menentukan satu calon sesuai ketentuan seleksi. Rangkaian penilaian akhirnya menghasilkan dua calon terpilih untuk masing-masing formasi. Hasil seleksi diumumkan pada hari yang sama.
UHB Dorong Transparansi dan Profesionalitas Pemerintahan Desa
Ketua Pelaksana Kegiatan, Deny Nugroho Triwibowo, S.Kom., M.Kom., mengoordinasikan pelaksanaan seleksi bersama tim akademisi FST UHB. Dua dosen lainnya, Rian Ardianto, S.Kom., M.Kom., dan Krisna Widi Nugraha, S.Kom., M.Kom., bertugas mengawasi ujian. Keduanya juga terlibat dalam penilaian kompetensi praktik komputer.

Rektor UHB, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menilai keterlibatan perguruan tinggi dalam seleksi aparatur desa memiliki nilai strategis. “Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Pemanfaatan teknologi dalam seleksi perangkat desa merupakan salah satu bentuk kontribusi akademik untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang transparan, objektif, dan profesional,” ujar Yuris.
Menurutnya, penguasaan teknologi juga menjadi kebutuhan penting bagi aparatur desa seiring berkembangnya pelayanan publik berbasis digital. “Kami berharap calon perangkat desa yang terpilih tidak hanya memiliki kemampuan administratif, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara bijak. Kompetensi tersebut penting untuk membangun pelayanan masyarakat yang semakin efektif, akuntabel, dan responsif,” tambahnya.

Keterlibatan FST UHB sekaligus mencerminkan kontribusi perguruan tinggi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya, tujuan ke-16 yang menekankan pentingnya kelembagaan yang efektif, akuntabel, dan inklusif. Penerapan teknologi dalam seleksi aparatur desa menjadi salah satu upaya mendukung prinsip tersebut. Melalui kolaborasi ini, UHB turut menghubungkan pengembangan teknologi akademik dengan kebutuhan pemerintahan di tingkat desa. Selanjutnya, Pemerintah Desa Pasir Lor akan memproses hasil seleksi melalui mekanisme pelaporan kepada pihak kecamatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kegiatan tersebut memperlihatkan pemanfaatan fasilitas dan keahlian perguruan tinggi untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Kolaborasi serupa diharapkan dapat memperkuat tata kelola pemerintahan desa sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.