Universitas Harapan Bangsa

Mahasiswa Hukum UHB Tembus Podium Law Content Competition 2026

Bagikan :

Ketajaman berpikir menjadi bekal, keberanian berpendapat membuka jalan menuju hasil maksimal. Semangat tersebut mengantarkan lima mahasiswa Program Studi S1 Hukum Universitas Harapan Bangsa (UHB) meraih Juara 3 kategori Karya Tulis Ilmiah dalam ajang Law Content Competition 2026. Kompetisi yang diselenggarakan Universitas Negeri Malang ini mengumumkan pemenangnya pada Sabtu, 10 Oktober 2026, setelah melalui seleksi naskah dan presentasi final secara daring. Prestasi tersebut diraih oleh Wulan Febriyanti, Syafina Julianti, Fita Dwi Oktafiani, Titis Erlinda Umroh, dan Faizal Arkham. Kelima mahasiswa tersebut berkompetisi dengan pendampingan langsung dari dosen S1 Hukum UHB, Apitta Fitria Rahmawati, S.H., M.H.

Keberhasilan ini menjadi pencapaian akademik mahasiswa UHB dalam kompetisi hukum tingkat nasional. Selain menguji kemampuan menulis ilmiah, ajang tersebut menjadi ruang pengembangan pemikiran kritis terhadap berbagai persoalan hukum kontemporer. Perjalanan tim UHB menuju podium juara tidak berlangsung singkat. Kompetisi diawali dengan pengumpulan karya tulis secara daring, kemudian dilanjutkan seleksi untuk menentukan peserta babak final. Hasil penyisihan diumumkan pada 3 Oktober 2026. Tim UHB berhasil mengamankan satu tempat bersama empat perguruan tinggi lainnya, yakni Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Internasional Batam.

Kelima finalis kemudian mempresentasikan karya ilmiah masing masing melalui Zoom Meeting pada 10 Oktober 2026. Dalam tahapan tersebut, peserta dituntut mempertahankan argumentasi serta menjelaskan relevansi gagasan di hadapan dewan juri. Tim UHB menunjukkan kemampuan menyampaikan pemikiran hukum secara sistematis. Karya ilmiah dan presentasi mereka juga memperoleh apresiasi positif dari dewan juri.

Wulan Febriyanti, selaku perwakilan tim mahasiswa, menilai persiapan menjadi bagian penting dalam menghadapi kompetisi tersebut. “Persiapan kami bukan hanya menyusun karya tulis, tetapi juga memahami setiap argumentasi yang disampaikan. Kami berlatih agar mampu menjawab pertanyaan juri secara tepat. Pengalaman ini mengajarkan pentingnya kerja sama, ketelitian, dan keberanian mempertahankan gagasan secara ilmiah,” ungkap Wulan. Menurutnya, persaingan dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi memberikan pengalaman berharga. Setiap tahapan kompetisi mendorong tim untuk memperdalam pemahaman terhadap persoalan hukum yang dikaji.

Sementara itu, dosen pendamping, Apitta Fitria Rahmawati, S.H., M.H., menyoroti pentingnya proses pembimbingan dalam membangun kualitas argumentasi mahasiswa. “Hal yang kami tekankan selama pendampingan adalah ketajaman analisis, ketepatan dasar hukum, dan relevansi solusi. Mahasiswa harus mampu menjelaskan mengapa suatu persoalan penting serta bagaimana hukum dapat memberikan penyelesaian yang aplikatif,” jelas Apitta. Ia menambahkan bahwa kompetisi ilmiah menjadi sarana pembelajaran yang melampaui aktivitas perkuliahan. Mahasiswa berkesempatan menguji kemampuan akademiknya melalui penilaian dan diskusi bersama peserta dari perguruan tinggi lain.

Capaian tersebut turut mendapat perhatian Ketua Program Studi S1 Hukum UHB, Maya Ruhtiani, S.H., M.H., LL.M. Menurutnya, kemampuan menganalisis persoalan hukum semakin dibutuhkan seiring perkembangan teknologi dan perubahan kehidupan masyarakat. “Persoalan hukum pada era digital terus berkembang dan membutuhkan pendekatan yang kritis serta adaptif. Melalui kompetisi ini, mahasiswa belajar menghubungkan teori hukum dengan persoalan nyata. Kemampuan tersebut penting untuk membentuk lulusan yang memiliki integritas dan mampu memberikan solusi bagi masyarakat,” tutur Maya.

Penguatan kompetensi tersebut juga berkaitan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat tentang pendidikan berkualitas. Kemampuan menghasilkan pemikiran hukum yang bertanggung jawab turut mendukung tujuan ke 16 mengenai perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh.

Rektor UHB, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., memandang pencapaian mahasiswa tersebut sebagai bagian dari pengembangan budaya akademik yang mendorong lahirnya pemikiran inovatif. “Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kesempatan untuk berkontribusi melalui gagasan ilmiah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kami ingin kemampuan berpikir kritis, integritas, dan keberanian berinovasi terus berkembang. Kualitas tersebut menjadi fondasi penting dalam menyiapkan lulusan yang mandiri, berbudaya, dan berdaya saing,” ujarnya.

Keberhasilan meraih Juara 3 Law Content Competition 2026 sekaligus memperluas pengalaman kompetitif mahasiswa Hukum UHB di tingkat nasional. Pengalaman tersebut menjadi modal untuk mengembangkan penelitian, memperkuat argumentasi hukum, dan menghasilkan gagasan yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Bagi UHB, capaian ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang menghubungkan penguasaan ilmu, kemampuan berinovasi, dan tanggung jawab sosial.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Video :