PURWOKERTO — Pengetahuan diperluas, wawasan diasah, kompetensi diperkuat, calon tenaga kesehatan semakin siap. Semangat tersebut mewarnai kuliah pakar Fakultas Kesehatan Universitas Harapan Bangsa (UHB) bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Kegiatan yang menghadirkan dr. Ika Trisia, MKM ini diikuti 177 mahasiswa di Gedung E UHB, Jumat, 30 Oktober 2026, untuk memperluas pemahaman mengenai perkembangan sektor kesehatan.

Kuliah pakar tersebut menjadi bagian dari upaya Fakultas Kesehatan UHB mempertemukan pembelajaran akademik dengan perspektif praktis di bidang kesehatan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan memperluas wawasan mengenai kebutuhan masyarakat dan tantangan pelayanan kesehatan.
Kehadiran dr. Ika Trisia, MKM, sebagai narasumber memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal perkembangan dunia kesehatan melalui perspektif praktisi. Pembelajaran di perguruan tinggi tidak hanya menekankan penguasaan teori, tetapi juga pemahaman terhadap dinamika profesi dan kebutuhan pelayanan kesehatan.
Rektor Universitas Harapan Bangsa, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menilai kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi perubahan di sektor kesehatan.
“Mahasiswa kesehatan perlu memahami bahwa kompetensi profesional harus terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat dan perubahan sistem kesehatan. Pertemuan dengan praktisi seperti ini memperluas perspektif mahasiswa agar ilmu yang dipelajari dapat diterapkan secara tepat dan bertanggung jawab,” ujar Yuris.
Keterhubungan antara perguruan tinggi dan institusi pemerintah menjadi bagian penting dalam menciptakan proses pendidikan yang relevan. Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan mempertemukan pengetahuan akademik dengan persoalan nyata di masyarakat.

Penguatan pembelajaran melalui kuliah pakar juga memiliki keterkaitan dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Peningkatan kompetensi calon tenaga kesehatan mendukung tujuan kehidupan sehat dan sejahtera, sekaligus memperluas kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas sebagaimana tertuang dalam Sustainable Development Goals (SDGs).
Selain memperkaya wawasan akademik, kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya kemampuan beradaptasi dan berpikir kritis. Kedua kemampuan tersebut dibutuhkan dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta tuntutan pelayanan kesehatan yang terus berubah.
Keterlibatan praktisi dari Kemenkes RI turut memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan pemangku kepentingan kesehatan nasional. Sinergi tersebut menjadi salah satu pendekatan untuk menjaga relevansi pembelajaran dengan kebutuhan profesi dan masyarakat.
Melalui penyelenggaraan kuliah pakar, Fakultas Kesehatan UHB terus mengembangkan ruang pembelajaran yang melibatkan praktisi eksternal. Upaya ini diarahkan untuk membekali mahasiswa dengan wawasan yang lebih luas sebelum memasuki lingkungan profesional.
Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya pendidikan kesehatan yang responsif terhadap perkembangan zaman. Kompetensi akademik, pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat, dan kesiapan menghadapi tantangan profesi menjadi bekal bagi calon tenaga kesehatan dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat.