Universitas Harapan Bangsa

Universitas Harapan Bangsa Perkuat Nalar Kritis Guru SMPN 2 Sokaraja Melalui Pengenalan Computational Thinking

Bagikan :

Universitas Harapan Bangsa atau UHB menyelenggarakan workshop bertajuk Membangun Nalar Kritis: Pengenalan Computational Thinking dan Relevansinya di Era AI bagi para tenaga pendidik di Aula SMPN 2 Sokaraja pada Kamis 8 Januari 2026. Agenda ini bertujuan membekali guru dengan kerangka berpikir logis dan sistematis guna menavigasi kompleksitas teknologi kecerdasan buatan yang kian masif. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Drs. Joko Wiyono, M.Si membuka acara ini dan berharap bahwa acara ini memberikan dampak yang positif bagi para tenaga pendidik di wilayah Kabupaten banyumas.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UHB Anggit Wirasto S.Si. M.Eng. hadir sebagai pemateri utama bersama Nailur Rizki S.Pd. Dalam paparannya, Anggit menekankan bahwa computational thinking bukan sekadar ilmu komputer, melainkan metode pemecahan masalah yang sangat relevan untuk mengasah daya kritis siswa di sekolah menengah. Peserta diajak melakukan simulasi identifikasi pola dan dekomposisi masalah agar mampu menyaring informasi di tengah arus disrupsi digital.

Langkah penguatan kapasitas pendidik ini menjadi bagian penting dalam mendukung ketercapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Perserikatan Bangsa Bangsa, khususnya pada pilar pendidikan berkualitas. Dengan mengintegrasikan logika komputasi ke dalam proses belajar mengajar, sekolah turut berkontribusi pada upaya global untuk mengurangi kesenjangan literasi digital serta menyiapkan generasi yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Rektor UHB Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili S.H. KN. M.H. memberikan pandangan mendalam mengenai urgensi kegiatan tersebut. Beliau menegaskan bahwa literasi digital yang fundamental terletak pada kemampuan bernalar, bukan sekadar keterampilan teknis menggunakan perangkat.

“Pengenalan pola berpikir komputasi adalah benteng intelektual bagi guru dan siswa untuk tetap memiliki kendali penuh di tengah perkembangan AI yang sangat pesat. Sinergi ini memastikan bahwa teknologi tetap menjadi alat pendukung kemanusiaan, bukan pengganti nalar manusia yang kritis dan etis,” ujar Yuris Tri Naili saat memberikan pernyataan terkait esensi program tersebut.

Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan sesi perumusan rencana pembelajaran berbasis nalar kritis yang akan diimplementasikan di kelas. Melalui workshop ini, para guru diharapkan mampu menjadi fasilitator yang menjembatani kurikulum sekolah dengan kebutuhan industri masa depan yang berbasis teknologi. Upaya berkelanjutan dari Universitas Harapan Bangsa ini diharapkan mampu memicu transformasi pendidikan yang lebih inklusif dan progresif di wilayah Banyumas dan sekitarnya.

Video :