Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Harapan Bangsa (UHB) 2026 Desa Kebanggan, Kecamatan Sumbang menyelenggarakan kegiatan penyuluhan strategis mengenai pemanfaatan Lahan Pekarangan Darurat Pangan dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Balai Desa Kebanggan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas pada Rabu, 14 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 warga desa dengan tujuan utama meningkatkan kemandirian pangan serta kesehatan keluarga secara alami di tengah tantangan ekonomi dan keterbatasan akses pangan saat ini.

Dalam pelaksanaannya, tim KKN UHB Desa Sumbang menghadirkan dua pakar sebagai narasumber utama yakni Dr. Aneu Yulianeu, S.T., S.E., M.M., selaku Dosen Pembimbing Lapangan sekaligus akademisi Prodi S1 Manajemen UHB, serta Assoc. Prof. Dr. Muhammad Nurdin Yusuf, S.E., M.P., dari Universitas Galuh. Melalui metode diskusi interaktif dan demonstrasi langsung, masyarakat diberikan pemahaman bahwa pekarangan bukan sekadar area estetika, melainkan aset ekonomi produktif yang mampu menunjang kesejahteraan rumah tangga jika dikelola secara berkesinambungan.

Upaya pemberdayaan ini secara langsung selaras dengan Agenda Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Perserikatan Bangsa Bangsa, khususnya tujuan kedua mengenai mengakhiri kelaparan serta tujuan ketiga terkait kehidupan sehat dan sejahtera. Assoc. Prof. Dr. Muhammad Nurdin Yusuf menekankan bahwa ketahanan pangan nasional sejatinya bermula dari tingkat unit terkecil yaitu rumah tangga. Beliau menjelaskan kondisi sektor pertanian saat ini menghadapi ancaman serius akibat perubahan iklim dan penurunan jumlah tenaga kerja muda, sehingga optimalisasi lahan sempit melalui teknik vertikultur atau polibag menjadi solusi yang sangat relevan.

Materi penyuluhan juga mencakup edukasi mengenai klasifikasi tanaman berdasarkan luas lahan. Warga diajarkan untuk menanam sayuran seperti sawi, kangkung, dan bayam, serta berbagai jenis TOGA seperti jahe, kencur, dan kunyit yang berfungsi sebagai apotek hidup. Selain itu, narasumber membagikan teknik pengelolaan limbah rumah tangga, di mana sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau pupuk cair organik, sementara wadah plastik bekas dapat dimanfaatkan sebagai media tanam kreatif.

Rektor Universitas Harapan Bangsa, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa di lapangan. Beliau menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata implementasi ilmu pengetahuan dalam menjawab kerentanan pangan di masyarakat pedesaan. Menurutnya, sinergi antara akademisi dan warga desa adalah kunci untuk menciptakan resiliensi komunitas yang lebih kuat dalam menghadapi ketidakpastian global di masa depan.

Antusiasme warga Desa Kebanggan terlihat sangat tinggi sepanjang sesi praktik dan diskusi. Melalui pembudidayaan tanaman pangan dan obat yang mudah dirawat ini, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu menghemat biaya konsumsi harian, tetapi juga memiliki kemampuan pertolongan pertama pada kesehatan melalui khasiat alami dari pekarangan mereka sendiri. Langkah kecil dari Desa Kebanggan ini diproyeksikan menjadi model keberlanjutan yang dapat diadopsi secara lebih luas demi mewujudkan kedaulatan pangan yang inklusif.