Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Harapan Bangsa (UHB) menerima kunjungan strategis dari Perkumpulan Tenaga Informatika Rumah Sakit (PETIRS) pada Jumat, 23 Januari 2026. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Kaprodi Kampus 2 UHB ini bertujuan membahas inisiasi kerja sama antara dunia akademik dan praktisi kesehatan guna mempercepat digitalisasi layanan medis. Sinergi ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori di ruang kelas dengan kebutuhan nyata industri teknologi informasi di sektor kesehatan.

Hadir dalam pertemuan tersebut Dekan FST UHB, Anggit Wirasto, S.Si., M.Eng., didampingi Kaprodi Sistem Informasi, Retno Agus Setiawan, S.Kom., M.T., serta jajaran dosen. Sementara itu, rombongan PETIRS dipimpin langsung oleh Ketuanya, Edy Khalid Mawardi, ST, M.Kom dari RSUD Sultan Fatah Demak, bersama perwakilan pengurus dari berbagai institusi seperti RSUD Margono, RSU Allam Medica, dan RS Graha Husada Jepara. Dalam diskusi yang berlangsung hangat, PETIRS menyampaikan tujuannya untuk menggandeng UHB dalam pengembangan sistem informasi berbasis open source guna mendukung digitalisasi di berbagai klinik dan rumah sakit.

Langkah ini dipandang sebagai upaya konkret dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa, terutama pada poin kemitraan untuk mencapai tujuan serta peningkatan kualitas layanan kesehatan yang merata melalui teknologi. Dekan FST UHB, Anggit Wirasto, menyambut baik tawaran tersebut sebagai peluang emas untuk mendekatkan mahasiswa dengan dunia kerja yang sesungguhnya. Menurutnya, lingkungan kampus yang dinamis membutuhkan masukan langsung dari praktisi agar inovasi yang dihasilkan tepat sasaran.
“Kampus UHB sangat terbuka untuk kerja sama ini. Kami membutuhkan observasi nyata di lapangan untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan industri, sehingga dapat dijembatani melalui adaptasi dan hubungan kerja sama yang saling menguntungkan,” ungkap Anggit saat memberikan pandangannya mengenai urgensi pertemuan tersebut.
Sejalan dengan hal itu, Rektor UHB, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Ia menilai bahwa integrasi antara akademisi dan praktisi merupakan kunci dalam menciptakan lulusan yang kompeten di era transformasi digital.
“Kolaborasi ini merupakan langkah strategis universitas dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan inovatif. Melalui sinergi dengan PETIRS, kita tidak hanya meningkatkan kualitas edukasi, tetapi juga berkontribusi nyata pada penguatan infrastruktur digital kesehatan nasional yang menjadi bagian dari agenda global pembangunan berkelanjutan,” jelas Yuris.

Sebagai langkah awal yang konkret, kedua belah pihak menyepakati program kerja sama yang berfokus pada magang mahasiswa dan penelitian tugas akhir atau skripsi. Melalui skema ini, mahasiswa UHB akan mendapatkan akses langsung untuk belajar sekaligus berkontribusi dalam pengembangan teknologi di jaringan rumah sakit mitra PETIRS. Pertemuan tersebut ditutup dengan kesepakatan penunjukan penanggung jawab dari masing masing pihak untuk segera merealisasikan program yang telah direncanakan agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas.