Universitas Harapan Bangsa

Aksi Nyata HIMFA UHB Hijaukan Pesisir Cilacap dan Edukasi Konservasi Penyu

Bagikan :

Anggota Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMFA) Universitas Harapan Bangsa (UHB) menggelar aksi penanaman bibit mangrove dan edukasi perlindungan penyu di Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap pada Sabtu pagi (10/01/26). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya frekuensi bencana alam di berbagai daerah sekaligus wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam aspek pengabdian masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian ekosistem pesisir guna meminimalisir dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan penanaman puluhan bibit mangrove oleh para mahasiswa sebagai langkah preventif alami untuk melindungi garis pantai dari abrasi. Setelah itu, peserta melakukan aksi bersih-bersih pantai untuk mengangkat sampah plastik dan limbah lain yang mengancam habitat laut. Sebagai pemungkas, pihak pengelola Konservasi Penyu Nagaraja memberikan sesi edukasi mendalam mengenai siklus hidup penyu dan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir agar tetap layak huni bagi biota laut yang terancam punah.

Inisiatif lingkungan ini secara substansial selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan global atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin penanganan perubahan iklim dan pelestarian ekosistem laut. Penguatan benteng alami melalui mangrove serta perlindungan spesies laut seperti penyu menjadi indikator penting dalam menjaga biodiversitas yang kian rentan. Upaya ini bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan investasi jangka panjang untuk memastikan ketahanan wilayah pesisir dari ancaman kenaikan permukaan air laut.

Rektor Universitas Harapan Bangsa, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menyatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam isu lingkungan merupakan cerminan dari tanggung jawab intelektual terhadap masa depan bumi. Menurut beliau, kegiatan ini menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk memahami bahwa disiplin ilmu yang mereka tekuni, termasuk farmasi, memiliki keterkaitan erat dengan kesehatan lingkungan global. Upaya konservasi ini adalah bentuk empati kolektif kampus terhadap saudara-saudara kita yang kerap menjadi korban bencana alam di daerah terdampak.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Lembaga Pemasaran dan Humas (LPH) UHB, Riska Nadiya Salsabela, S.E., M.Sc., menekankan pentingnya membangun narasi kepedulian yang autentik di kalangan generasi muda. Beliau menilai bahwa aksi di Konservasi Penyu Nagaraja ini adalah pembuktian bahwa mahasiswa UHB mampu bergerak melampaui teori di ruang kelas. Menurutnya, kesadaran untuk meminimalisir bencana harus dimulai dari tindakan kecil yang konsisten, seperti memastikan pantai bersih dari sampah dan mendukung keberlangsungan hidup satwa dilindungi.

Penanaman mangrove dan edukasi konservasi ini diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan lingkungan yang lebih luas di lingkungan universitas. Dengan sinergi antara akademisi dan pengelola konservasi, Universitas Harapan Bangsa berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam memitigasi risiko bencana melalui pendekatan edukatif dan aksi lapangan yang berkelanjutan.

Video :