Kampus bukan sekadar ruang mengejar ilmu, tetapi tempat karakter bertumbuh dan keberanian bersatu. Semangat kebangsaan perlu dijaga, rasa aman harus tercipta, agar mahasiswa mampu melangkah percaya diri menuju masa depan Indonesia. Pesan itu mengemuka dalam sesi edukasi PKKMB Universitas Harapan Bangsa 2026 di Kampus 1 UHB, Selasa, 29 September 2026.
Universitas Harapan Bangsa menghadirkan Kapten Infanteri Rasto, Danramil 01 Purwokerto Utara yang mewakili Kodim 0701/Banyumas. Hadir pula Kasat Binmas Polresta Banyumas Kompol Sutrisno, S.H., M.H. Keduanya membekali mahasiswa baru dengan wawasan kebangsaan, bela negara, keamanan, serta pencegahan kekerasan. Sesi yang dimoderatori Dosen S1 Hukum UHB Apita Fitria Rahmawati, S.H., M.H. itu menempatkan mahasiswa sebagai bagian penting dalam membangun lingkungan kampus. Mereka didorong tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga disiplin, peduli, dan bertanggung jawab.

Kapten Infanteri Rasto mengajak mahasiswa memahami bela negara melalui kehidupan sehari hari. Pembentukan karakter diperkenalkan melalui prinsip 3O yang mencakup Tuhan, otak, dan otot. Ketiganya menggambarkan keseimbangan spiritualitas, intelektualitas, dan kesehatan fisik. Mahasiswa juga mendapat sembilan kunci sukses sebagai bekal menjalani pendidikan tinggi. Kedisiplinan, kepedulian sosial, kemampuan membangun jejaring, dan pengembangan keterampilan menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Semangat itu diarahkan untuk menyiapkan generasi yang mampu menghadapi persaingan global. Pada saat yang sama, mahasiswa diharapkan tetap memiliki kecintaan terhadap Indonesia dan berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045. Pembahasan kemudian bergeser pada upaya membangun kampus yang aman dan bebas kekerasan. Kompol Sutrisno menjelaskan berbagai bentuk ancaman keamanan dan ketertiban masyarakat yang perlu dikenali mahasiswa sejak dini.

Kekerasan fisik, psikis, seksual, penelantaran, hingga perundungan menjadi bagian dari materi. Mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai konsekuensi hukum dari tawuran, kenakalan remaja, serta tindak pidana. Pesan pencegahan diperkuat melalui semangat “Speak Up, Stand Together” dan “Stop Kekerasan dan Perundungan di UHB”. Mahasiswa didorong berani berbicara ketika menemukan kekerasan dan saling menjaga di lingkungan kampus.
Rektor UHB Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H. menilai pembentukan karakter perlu berjalan beriringan dengan penguatan kompetensi akademik mahasiswa. “Mahasiswa perlu tumbuh sebagai insan berpengetahuan sekaligus memiliki karakter, kepedulian, dan keberanian menjaga lingkungannya. Kampus harus menjadi ruang yang aman untuk belajar, berkembang, berkreasi, dan membangun masa depan,” ujar Yuris.
Menurut dia, pendidikan tinggi juga mempunyai tanggung jawab menyiapkan generasi yang mampu berkontribusi bagi masyarakat. Bekal tersebut semakin penting ketika mahasiswa menghadapi perubahan dunia kerja dan kompetisi global.
Pjs. Kepala Lembaga Pemasaran dan Humas UHB Aldhila Sispaka Putra, S.E. mengatakan PKKMB menjadi titik awal mahasiswa mengenali budaya akademik sekaligus nilai kehidupan kampus. “Mahasiswa baru datang dengan mimpi dan potensi yang beragam. Melalui PKKMB, kami ingin mereka memahami bahwa perjalanan kuliah juga tentang membangun karakter, jejaring, kepedulian sosial, serta keberanian menciptakan lingkungan yang sehat,” kata Aldhila.
Upaya tersebut sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama pendidikan berkualitas, kesetaraan, serta penguatan masyarakat yang damai dan inklusif. Lingkungan belajar yang aman menjadi fondasi agar setiap mahasiswa memperoleh kesempatan berkembang secara optimal. Mahasiswa juga diajak mengembangkan empat kecerdasan, yakni spiritual, akademik, sosial, dan emosional. Keseimbangan keempatnya diharapkan membentuk pribadi yang mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Melalui pembekalan ini, PKKMB UHB 2026 tidak berhenti sebagai pintu masuk kehidupan perguruan tinggi. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal membangun generasi yang berilmu, berkarakter, berani bersuara, dan mampu menjaga sesama.