Universitas Harapan Bangsa

Dari Laboratorium ke Podium, Mahasiswa Farmasi UHB Raih Juara

Bagikan :

Dari ruang belajar menuju panggung kompetisi, mahasiswa Universitas Harapan Bangsa kembali mencatat prestasi. Tiga mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Universitas Harapan Bangsa membuktikan bahwa ruang kuliah dapat menjadi tempat lahirnya inovasi dan prestasi.

Gresia Oktadinata, Ferlyn Puspita Ardhani, dan Gamaliel Agung Nugroho meraih Juara 3 Innovation & Research Event dalam Alauddin’s Pharmaceutical Competition 2026. Prestasi yang diumumkan pada 31 Agustus 2026 itu diraih melalui kompetisi yang menguji kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan inovasi dan riset di bidang kefarmasian.

Capaian tersebut menambah catatan prestasi mahasiswa Universitas Harapan Bangsa di bidang akademik dan penelitian. Kompetisi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan sekaligus mengasah kemampuan berpikir ilmiah. Bagi mahasiswa farmasi, kemampuan melakukan riset memiliki peran penting dalam proses pendidikan. Riset tidak berhenti pada penyusunan karya ilmiah, tetapi juga melatih mahasiswa mengenali persoalan dan menawarkan solusi berbasis pengetahuan.

Rektor Universitas Harapan Bangsa, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menilai capaian tersebut menunjukkan pentingnya budaya akademik yang mendorong mahasiswa berani berkarya. “Prestasi Gresia, Ferlyn, dan Gamaliel menunjukkan bahwa mahasiswa perlu mendapat ruang untuk mengembangkan gagasan melalui riset dan kompetisi. Pengalaman seperti ini membentuk keberanian untuk berpikir kritis, bekerja dalam tim, serta menghasilkan inovasi yang relevan bagi masyarakat,” kata Yuris.

Menurutnya, kompetisi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar kelas. Mahasiswa berhadapan dengan tantangan yang menuntut ketelitian, kreativitas, serta kemampuan menyampaikan hasil pemikiran secara ilmiah. “Universitas akan terus mendorong mahasiswa agar tidak hanya menjadi pengguna ilmu pengetahuan. Kami ingin mereka tumbuh sebagai generasi yang mampu menciptakan pengetahuan, mengembangkan solusi, dan memberi manfaat melalui bidang keilmuannya,” ujarnya.

Prestasi tersebut sejalan dengan upaya UHB memperkuat pendidikan yang mendorong inovasi dan pengembangan kapasitas mahasiswa. Semangat itu memiliki keterkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals, terutama SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 9 mengenai industri, inovasi, dan infrastruktur.

Dalam bidang kefarmasian, penguatan kemampuan riset mahasiswa juga membuka peluang lahirnya inovasi yang mendukung kesehatan masyarakat. Arah tersebut bersinggungan dengan SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera. Keikutsertaan mahasiswa dalam kompetisi ilmiah menjadi salah satu cara untuk membawa pembelajaran melampaui ruang kelas. Mahasiswa belajar mengubah pengetahuan menjadi gagasan, kemudian menguji gagasan tersebut melalui forum kompetitif.

Capaian Gresia, Ferlyn, dan Gamaliel di ALPHA-C 2026 diharapkan menjadi pemantik bagi mahasiswa UHB lainnya untuk aktif dalam penelitian dan kompetisi. Dari kampus, gagasan diuji. Dari kompetisi, kapasitas ditempa. Dari inovasi, manfaat bagi masyarakat diharapkan tercipta.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Video :