Universitas Harapan Bangsa membekali mahasiswa dengan kemampuan mengembangkan ide menjadi peluang usaha melalui Kuliah Praktisi Mata Kuliah Kewirausahaan. Kegiatan yang digelar Fakultas Ilmu Sosial UHB pada Kamis, 25 Juni 2026, di Kampus 2 UHB tersebut menghadirkan Founder Info Purwokerto, M. Irfan Bahtiar.
Mengangkat tema “Dari Ide Menjadi Usaha: Strategi Membangun Brand, Pasar, dan Peluang Bisnis di Era Digital”, kegiatan ini diikuti mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial UHB. Peserta merupakan mahasiswa yang sedang menempuh Mata Kuliah Kewirausahaan.
Kuliah praktisi tersebut dirancang untuk mempertemukan konsep akademik dengan pengalaman nyata di dunia bisnis. Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara pelaku usaha memperkenalkan produk, membangun pasar, dan menjalin hubungan dengan konsumen.
Perubahan tersebut menuntut calon wirausaha memahami bisnis secara lebih menyeluruh. Mahasiswa tidak cukup hanya memiliki ide. Mereka juga perlu mampu mengenali kebutuhan pasar, membangun identitas merek, dan memilih saluran komunikasi yang tepat.
Dalam pemaparannya, Irfan menjelaskan bahwa media komunitas dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi digital. Media komunitas memiliki kekuatan karena dekat dengan kebutuhan dan karakter masyarakat setempat.
Menurutnya, kedekatan tersebut dapat membantu pelaku usaha menjangkau konsumen secara lebih relevan. Media komunitas juga dapat membuka ruang promosi, kolaborasi, serta pengembangan jaringan bisnis lokal.
Mahasiswa kemudian diajak memahami perbedaan antara selling, marketing, dan branding. Selling berfokus pada proses penjualan, sedangkan marketing mencakup strategi mengenali dan memenuhi kebutuhan pasar. Sementara itu, branding berperan membangun identitas dan persepsi publik terhadap sebuah usaha.
Irfan turut membahas peran influencer dan pembuat konten dalam ekosistem pemasaran digital. Pemanfaatan figur digital harus didasarkan pada kesesuaian audiens, pesan, dan karakter merek. Jumlah pengikut bukan satu satunya ukuran keberhasilan sebuah kampanye.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial UHB, Dr. Alfizi, S.E., M.M., menilai kemampuan membaca peluang menjadi bekal penting bagi mahasiswa. “Mahasiswa perlu belajar melihat persoalan sebagai peluang untuk menciptakan solusi. Ide yang baik harus disertai pemahaman pasar, perencanaan, dan keberanian melakukan pengujian agar dapat berkembang menjadi usaha,” ujar Alfizi.
Rektor UHB, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., mengatakan pembelajaran kewirausahaan perlu diarahkan pada pengalaman yang kontekstual. “Kewirausahaan tidak hanya berbicara tentang mendirikan bisnis, tetapi juga membangun pola pikir kreatif, adaptif, dan berorientasi pada solusi. Mahasiswa perlu mendapat ruang untuk belajar langsung dari pengalaman para praktisi,” katanya.
Kepala Lembaga Pemasaran dan Humas UHB, Riska Nadiya Salsabela, S.E., M.Sc., menekankan pentingnya membangun kepercayaan dalam bisnis digital. “Di tengah derasnya arus informasi, konsumen tidak hanya membeli produk. Mereka juga mempertimbangkan reputasi, nilai, dan konsistensi sebuah merek. Karena itu, mahasiswa perlu memahami komunikasi sebagai bagian penting dari strategi bisnis,” ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa menggali strategi menentukan target pasar, membangun merek, mengelola media sosial, serta memanfaatkan media komunitas untuk mengembangkan usaha.
Pembelajaran tersebut menjadi bagian dari upaya UHB memperkuat pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan usaha. Kegiatan ini juga mendorong terciptanya inovasi, pekerjaan layak, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Melalui kuliah praktisi ini, mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada tahap menemukan ide. Mereka didorong untuk menguji, mengembangkan, dan mengubah ide tersebut menjadi usaha yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat sosial.