Universitas Harapan Bangsa

UHB Kenalkan Pemanfaatan AI bagi Aparatur Desa dan Kecamatan di WIlayah Kabupaten Banyumas

Bagikan :

Universitas Harapan Bangsa membekali ratusan aparatur desa dan kecamatan di Kabupaten Banyumas melalui workshop bertema “Penggunaan Kecerdasan Buatan untuk Mendukung Kegiatan Desa”. Pelatihan yang berlangsung di Kampus 1 UHB pada Rabu, 17 Juni 2026, itu diarahkan untuk meningkatkan efisiensi administrasi dan kualitas pelayanan publik di tingkat wilayah.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas, Dr. Agus Nur Hadie, bersama para sekretaris desa dan sekretaris kecamatan. Kehadiran aparatur dari berbagai wilayah menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap pemanfaatan teknologi digital dalam tata kelola pemerintahan.

Ketua Program Studi S1 Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan UHB, Arif Setia Sandi, S.Kom., M.Kom., hadir sebagai pemateri utama. Ia memperkenalkan berbagai penggunaan kecerdasan buatan yang dapat diterapkan dalam pekerjaan administrasi desa. Melalui sesi pemaparan dan praktik, peserta mempelajari cara memanfaatkan teknologi untuk menyusun dokumen, merangkum informasi, mengembangkan gagasan program, dan mendukung komunikasi pelayanan masyarakat. Teknologi tersebut dapat membantu aparatur menyelesaikan pekerjaan rutin dengan lebih cepat dan terstruktur.

Arif juga menekankan pentingnya ketelitian dalam menggunakan kecerdasan buatan. Setiap informasi yang dihasilkan tetap harus diperiksa sebelum digunakan sebagai dokumen atau dasar pengambilan keputusan. Workshop tersebut menjadi bagian dari upaya UHB dalam mempertemukan perkembangan teknologi dengan kebutuhan nyata masyarakat. Perguruan tinggi tidak hanya berperan mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga memastikan hasilnya dapat diterapkan untuk menjawab persoalan di lapangan.

Rektor Universitas Harapan Bangsa, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., mengatakan peningkatan kompetensi digital aparatur menjadi kebutuhan penting di tengah perubahan pola pelayanan publik. “Pelatihan ini dirancang agar perkembangan kecerdasan buatan dapat dipahami dan digunakan sesuai kebutuhan aparatur wilayah. Teknologi harus mampu membantu pekerjaan pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Yuris, penguasaan teknologi dapat memperkuat kemampuan desa dalam mengelola administrasi dan mengembangkan potensinya. Namun, penggunaannya harus tetap memperhatikan etika, keamanan informasi, dan perlindungan data masyarakat.

Peningkatan kapasitas aparatur melalui pelatihan tersebut turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa Bangsa. Pemanfaatan teknologi untuk memperkuat pelayanan publik berkaitan dengan tujuan pembangunan institusi yang efektif, transparan, dan inklusif.

Penerapan inovasi digital juga sejalan dengan upaya memperkuat infrastruktur dan kapasitas teknologi di tingkat lokal. Administrasi yang tertata dan pelayanan yang responsif dapat menjadi fondasi bagi terbentuknya desa serta komunitas yang berkelanjutan.

Kepala Lembaga Pemasaran dan Humas UHB, Riska Nadiya Salsabela, S.E., M.Sc., menilai sinergi perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam memperluas manfaat teknologi. “Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa pengetahuan yang dikembangkan di kampus dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. UHB siap menjadi mitra pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi aparatur dan memperluas penerapan teknologi secara bertanggung jawab,” katanya.

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi penerapan kecerdasan buatan dalam tata kelola pemerintahan desa. UHB juga membuka peluang kolaborasi lanjutan melalui program pendampingan, pelatihan tematik, dan pengembangan solusi teknologi sesuai kebutuhan wilayah.

Melalui sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah, transformasi digital di Kabupaten Banyumas diharapkan berlangsung semakin inklusif. Aparatur yang adaptif terhadap teknologi dapat mendorong pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan berkelanjutan.

Video :