Himpunan Mahasiswa Sarjana Keperawatan Universitas Harapan Bangsa menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga binaan di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Sudagaran, Banyumas, pada Selasa, 13 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan pengabdian masyarakat dari civitas akademika dalam upaya memantau serta meningkatkan derajat kesehatan para lansia secara berkelanjutan.
Sebanyak 94 lansia yang didominasi oleh perempuan berpartisipasi aktif dalam rangkaian pemeriksaan ini. Para peserta yang memiliki rentang usia mulai dari 50 hingga 120 tahun tersebut menjalani serangkaian skrining medis menyeluruh. Pemeriksaan mencakup pemantauan indikator vital seperti tekanan darah, detak nadi, laju pernapasan, suhu tubuh, hingga saturasi oksigen. Selain itu, tim medis juga melakukan pengecekan kadar asam urat serta gula darah sewaktu guna mendeteksi dini potensi penyakit degeneratif.
Langkah preventif ini sejalan dengan agenda global PBB dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals, khususnya pada poin ketiga mengenai kehidupan sehat dan sejahtera. Dengan memastikan akses layanan kesehatan menyentuh kelompok rentan di panti jompo, Universitas Harapan Bangsa turut berkontribusi dalam memperkecil kesenjangan layanan medis sekaligus memperpanjang usia harapan hidup yang berkualitas bagi masyarakat lokal.
Rektor Universitas Harapan Bangsa, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk hadir di tengah masyarakat. Menurut beliau, universitas tidak boleh menjadi menara gading, melainkan harus memberikan dampak langsung pada peningkatan kualitas hidup warga, terutama kelompok lanjut usia yang memerlukan perhatian khusus dalam aspek kesehatan preventif.

Selama proses pemeriksaan, para lansia menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi. Kehadiran tepat waktu serta partisipasi aktif mereka memudahkan tim mahasiswa dalam melakukan pendataan dan intervensi kesehatan. Suasana panti menjadi lebih hidup dengan interaksi hangat antara generasi muda calon tenaga kesehatan dengan para penghuni panti.
Pembina HIMASAKA UHB, Dr. Made Suandika, S.Kep., M.Kep., RN., AOCNS., Ph.D, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi para lansia, tetapi juga menjadi sarana praktik klinis bagi mahasiswa. Beliau menekankan bahwa melalui pemeriksaan parameter medis yang komprehensif, mahasiswa belajar memahami kondisi patologis pada lansia secara nyata sehingga intervensi yang diberikan dapat lebih tepat sasaran untuk menjaga stabilitas kesehatan para peserta.
Penutupan kegiatan ditandai dengan pemberian rekomendasi kesehatan bagi pengelola panti berdasarkan hasil pemeriksaan individu para lansia. Langkah ini diharapkan menjadi dasar tindak lanjut bagi perawatan harian di PPSLU Sudagaran, guna memastikan setiap warga binaan mendapatkan penanganan medis yang sesuai dengan kondisi fisik mereka masing masing.