Universitas Harapan Bangsa (UHB) menerjunkan tim tanggap bencana yang terdiri dari kolaborasi dosen, staf, serta mahasiswa untuk membantu pemulihan warga terdampak bencana di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Aksi kemanusiaan yang berlangsung sejak Rabu, 28 Januari hingga Selasa, 3 Februari 2026 ini merupakan bentuk respon cepat institusi dalam meringankan beban masyarakat melalui pemeriksaan kesehatan berkala, pengelolaan logistik, hingga dukungan psikososial.

Kehadiran tim UHB di lapangan menyasar aspek krusial dalam masa tanggap darurat yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga hingga 6 Februari mendatang. Selain memastikan kesehatan fisik warga terjaga, para relawan akademisi ini aktif membantu petugas di posko induk untuk menyortir logistik bantuan yang terus mengalir. Langkah ini diambil guna menjamin distribusi bantuan seperti pakaian, makanan, kebutuhan bayi, hingga mainan anak dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan higienis.

Rektor UHB, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menyatakan bahwa aksi ini merupakan pengejawantahan dari komitmen perguruan tinggi dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat di luar lingkup akademik. Menurut beliau, keterlibatan aktif UHB dalam penanganan bencana ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan bagian dari dedikasi berkelanjutan untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan warga di wilayah terdampak. Beliau menekankan bahwa sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah dalam situasi darurat adalah kunci percepatan pemulihan sosial.
Inisiatif ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin ketiga mengenai kehidupan sehat dan sejahtera. Dengan memberikan pelayanan kesehatan gratis serta penyaluran nutrisi bagi balita, UHB berupaya mencegah penurunan kualitas kesehatan masyarakat akibat sanitasi dan kondisi lingkungan pasca bencana yang belum stabil.

Dr. Made Suandika, S.Kep., Ns., M.Kep., RN., AOCNS., Ph.D selaku Koordinator Tim UHB Tanggap Bencana menjelaskan bahwa kondisi di Desa Serang memerlukan perhatian multidimensi karena dampak bencana yang tidak hanya merusak infrastruktur tetapi juga membebani kondisi psikis warga. Tim UHB hadir dengan membawa metode pelatihan relaksasi otot untuk membantu warga mengurai stres pasca bencana yang seringkali terabaikan. Beliau menambahkan bahwa kontribusi nyata UHB mencakup bantuan tenaga di dapur umum hingga pendampingan balita guna memastikan hak dasar warga tetap terpenuhi di tengah keterbatasan.

Integrasi nilai-nilai SDGs juga nampak pada upaya pengurangan ketimpangan melalui pemerataan akses bantuan bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak anak. Kepala Lembaga Pemasaran dan Humas (LPH) UHB, Riska Nadiya Salsabela, S.E., M.Sc, menegaskan bahwa transparansi dan ketepatan koordinasi dalam pengelolaan bantuan di posko induk menjadi prioritas tim humas dan relawan. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam aksi ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi lapangan untuk membentuk karakter lulusan yang peduli dan responsif terhadap isu kemanusiaan global.

Sebagai penutup, UHB memastikan akan terus menyiagakan personel hingga masa tanggap darurat berakhir pada akhir pekan ini. Langkah berkelanjutan sedang dipersiapkan untuk memantau perkembangan kesehatan warga secara jangka panjang sebagai bagian dari tanggung jawab sosial universitas. Komitmen ini menegaskan bahwa peran perguruan tinggi tetap krusial dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di masa depan.