Universitas Harapan Bangsa (UHB) secara resmi menarik kembali mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2025/2026 dalam sebuah seremoni khidmat di Aula Kecamatan Sumbang pada Selasa, 3 Februari 2026. Agenda ini menandai berakhirnya masa pengabdian mahasiswa di tiga kecamatan, yakni Sumbang, Cilongok, dan Karanglewas, yang difokuskan pada penguatan kapasitas desa dan kesejahteraan masyarakat.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, termasuk Kepala Baperidda Kabupaten Banyumas, Kepala Dinpermades, serta Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menegaskan bahwa program KKN bukan sekadar pemenuhan kurikulum akademik, melainkan instrumen penting dalam mendukung program pemerintah daerah melalui sinkronisasi data dan pemberdayaan lapangan.

Kegiatan penarikan dimulai dengan sambutan Bupati Banyumas yang diwakili oleh Camat Sumbang. Dalam pernyataannya, Pemerintah Kabupaten Banyumas menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi nyata para mahasiswa dalam mengurai persoalan di akar rumput. Melalui peran aktif mahasiswa, berbagai inovasi desa dapat terakselerasi, terutama dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan di level lokal.
Laporan hasil pelaksanaan yang dipaparkan oleh Koordinator Kabupaten Mahasiswa menunjukkan capaian signifikan di 22 desa lokasi KKN. Mahasiswa tidak hanya melakukan pengkajian teoretis, tetapi juga menghasilkan produk nyata dan program kerja yang relevan dengan kebutuhan spesifik masing-masing wilayah. Integrasi program ini secara halus menyentuh poin-poin krusial dalam SDGs, seperti pendidikan berkualitas, kehidupan sehat dan sejahtera, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.

Rektor Universitas Harapan Bangsa, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menekankan bahwa KKN merupakan jembatan emas bagi mahasiswa untuk memahami kompleksitas sosial secara langsung. Beliau memandang keberhasilan ini sebagai refleksi dari kesiapan institusi dalam mencetak agen perubahan yang peka terhadap tantangan global.
“Kegiatan KKN tahun ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen UHB dalam mendukung ketercapaian Sustainable Development Goals atau SDGs. Melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu di lapangan, mahasiswa kami berupaya memberikan solusi praktis bagi permasalahan kesehatan, ekonomi, dan tata kelola desa, sehingga dampak yang ditinggalkan bersifat jangka panjang bagi masyarakat Banyumas,” ujar Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Lembaga Pemasaran dan Humas (LPH) UHB, Riska Nadiya Salsabela, S.E., M.Sc., menyoroti pentingnya resonansi informasi dan keberlanjutan hubungan antara universitas dengan publik. Menurutnya, keberhasilan program pengabdian ini harus terdiseminasi dengan baik agar menjadi inspirasi bagi kolaborasi serupa di masa depan.
“Transformasi yang dibawa mahasiswa selama di desa merupakan narasi positif yang memperkuat reputasi UHB sebagai kampus yang berdampak. Kami memastikan bahwa setiap inovasi yang lahir dari program KKN ini terdokumentasi dengan baik, sehingga sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah tetap terjaga demi kemajuan pembangunan daerah yang inklusif,” ungkap Riska Nadiya Salsabela.

Acara kemudian ditutup dengan sambutan Wakil Rektor I yang mewakili Rektor UHB. Selain memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), pihak universitas juga menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Forkompimcam dan para kepala desa. Penyerahan kenang-kenangan kepada tiga kecamatan lokasi KKN menjadi simbolis berakhirnya masa tugas mahasiswa yang kini siap kembali ke kampus untuk melanjutkan studi dengan perspektif yang lebih matang.