Sebanyak 57 mahasiswa Pendidikan Profesi Ners Universitas Harapan Bangsa (UHB) resmi menutup stase Keperawatan Keluarga, Komunitas, dan Gerontik (KKG) melalui perhelatan “Gebyar Desa Kutawis” di Lapangan Desa Kutawis, Bukateja, Purbalingga, Selasa (30/12/2025). Mengusung tema “Ners Aktif, Komunitas Produktif”, acara ini menjadi puncak pengabdian mahasiswa selama lima minggu sekaligus wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat desa.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 29 Desember ini tidak sekadar menjadi seremoni perpisahan, melainkan implementasi konkret dari tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada pilar kehidupan sehat dan sejahtera. Hal ini tercermin dari aksi donor darah yang bekerja sama dengan PMI Purbalingga di Balai Desa Kutawis sehari sebelumnya yang berhasil mengumpulkan 52 kantong darah berkat tingginya antusiasme warga.

Rektor UHB, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menilai inisiatif ini membuktikan bahwa kehadiran akademisi di tengah masyarakat mampu menjadi katalisator perubahan perilaku hidup sehat yang menyenangkan. Menurutnya, kegiatan semacam ini menegaskan posisi perguruan tinggi yang tidak hanya menjadi menara gading, namun mampu turun langsung memastikan program kesehatan dapat diterima dan dijalankan secara mandiri oleh komunitas.

Atmosfer keakraban sangat terasa saat ratusan warga memadati lapangan untuk mengikuti senam bersama dan menyaksikan berbagai perlombaan edukatif. Kompetisi yang digelar mencakup lomba melukis dan tari untuk siswa TK se-Desa Kutawis, serta lomba cerdas cermat dan plating makanan sehat bagi kader kesehatan. Kemeriahan semakin pecah saat ibu-ibu warga desa beradu ketangkasan dalam lomba balap tampah yang mengundang gelak tawa, menjadikan momen ini sarana efektif mempererat silaturahmi antara civitas akademika dan masyarakat lokal.

Hadir memantau langsung jalannya acara, Kaprodi S1 Keperawatan dan Profesi Ners UHB, Dr. Atun Raudotul M, S.Kep., M.Kep., Ners., Sp. Kep. Mat., didampingi para dosen pembimbing seperti Wasis Eko Kurniawan, Dr. Maria Ulfah, dan Madyo Maryoto. Turut hadir pula Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Bukateja Sri Pangestuti, Kepala Puskesmas Kutawis dr. Christinova Candra Dewi, serta Kepala Dusun 1 Sahidin yang mewakili Kepala Desa Kutawis.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Atun menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemangku kebijakan setempat. Ia mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Purbalingga dan Pemerintah Desa Kutawis yang telah membuka pintu lebar dan menerima mahasiswa UHB untuk melakukan praktik KKG selama lima minggu, sehingga transfer ilmu dan pemberdayaan kesehatan dapat berjalan optimal.

Gebyar ini menandai berakhirnya masa praktik mahasiswa di Desa Kutawis sebelum mereka ditarik kembali ke kampus. Para calon perawat profesional ini dijadwalkan akan melanjutkan rotasi stase berikutnya di lokasi layanan kesehatan yang berbeda mulai 2 Januari 2026 mendatang, dengan membawa bekal pengalaman manajemen kesehatan masyarakat yang telah didapatkan selama di Purbalingga.