Universitas Harapan Bangsa

Perkuat Karakter Akademik, UHB Awali 2026 dengan Refleksi Spiritual dan Komitmen Berkelanjutan

Bagikan :

Universitas Harapan Bangsa (UHB) mengawali langkah pada tahun baru dengan menggelar pengajian rutin bertema “Resolusi Awal Tahun 2026” di Mushola Syiaruddin Amin, Kampus 1 UHB, Jumat (2/1/2026). Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh pimpinan, dosen, serta staf karyawan ini menjadi momentum penyelarasan visi spiritual sivitas akademika dalam menghadapi tantangan pendidikan masa depan.

Suasana khusyuk menyelimuti jalannya acara yang diisi oleh Ustadz M. Syahid Asgar sebagai penceramah utama. Dalam tausiyahnya, Ustadz Syahid menekankan pentingnya menetapkan resolusi yang berlandaskan pada nilai-nilai profetik. Ia mengajak seluruh jamaah untuk mengikatkan diri pada jalan nabi dan menanamkan nilai istiqomah atau konsistensi dalam setiap aktivitas profesional maupun pribadi. Pesan ini menjadi pengingat bahwa ketahanan mental dan spiritual adalah modal utama dalam menjalani dinamika tahun 2026.

Rektor UHB, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menyoroti relevansi subtantif kegiatan ini terhadap ekosistem kampus. Ia menilai bahwa integritas institusi pendidikan tidak hanya dibangun di atas pilar akademik, tetapi juga fondasi moral yang kokoh.

“Momentum ini melampaui sekadar ritual rutin, karena menjadi ruang bagi kita untuk menata kembali niat pengabdian. Kualitas pendidikan yang kita tawarkan kepada mahasiswa harus lahir dari pendidik dan tenaga kependidikan yang memiliki kejernihan hati serta keteguhan karakter,” ujar Yuris saat ditemui di lokasi acara.

Komitmen UHB dalam memperkuat karakter sumber daya manusia ini memiliki korelasi erat dengan upaya mewujudkan pendidikan berkualitas yang inklusif dan berkeadilan. Penguatan aspek spiritualitas individu dinilai mampu menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan institusi yang tangguh. Hal ini selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan global yang menempatkan kesejahteraan mental dan kedamaian institusi sebagai prasyarat terciptanya kemajuan peradaban yang seimbang.

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran seluruh agenda akademik universitas sepanjang tahun. Melalui pengajian ini, UHB menegaskan posisinya tidak hanya sebagai menara gading intelektual, tetapi juga sebagai institusi yang menjunjung tinggi keseimbangan antara pencapaian kognitif dan kematangan spiritual demi kebermanfaatan yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Video :