Universitas Harapan Bangsa (UHB) sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Disabilitas dan Menengah (DIMEN) ke XXXIV tingkat Provinsi Jawa Tengah untuk mata lomba Farmasi yang berlangsung pada 14 hingga 16 April 2026. Kompetisi bergengsi ini mempertemukan 29 peserta terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah yang sebelumnya telah menyabet gelar juara di tingkat daerah masing masing. Perhelatan yang dipusatkan di Kampus 1 UHB ini menjadi panggung bagi para talenta muda untuk menguji keahlian teknis sekaligus inovasi di sektor kesehatan.
Penyelenggaraan LKS DIMEN tahun ini membawa misi besar dalam penguatan ekosistem pendidikan vokasi yang berkelanjutan. Dengan fokus pada bidang farmasi, kompetisi ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ketiga yaitu kehidupan sehat dan sejahtera. Melalui standarisasi kompetensi siswa, diharapkan lahir tenaga farmasi yang kredibel demi menjamin akses obat obatan yang aman serta berkualitas bagi masyarakat luas di masa depan.

Rektor Universitas Harapan Bangsa, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menekankan bahwa keterlibatan kampus dalam acara ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dalam menciptakan integrasi antara dunia pendidikan menengah dan perguruan tinggi. Beliau memandang bahwa kompetisi ini bukan sekadar ajang perebutan medali, melainkan fondasi bagi ketahanan kesehatan nasional.
“Kehadiran para talenta muda dari 29 kabupaten dan kota ini menunjukkan bahwa Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam mencetak praktisi farmasi masa depan. Kami di UHB berkomitmen memberikan fasilitas terbaik agar standar kompetensi yang diujikan selaras dengan kebutuhan industri global. Hal ini sejalan dengan upaya kita bersama dalam mewujudkan pendidikan berkualitas yang inklusif sebagaimana yang diamanatkan dalam tujuan pembangunan berkelanjutan,” ujar Dr. Yuris di sela sela peninjauan laboratorium.
Selain fokus pada aspek teknis farmasi, penyelenggaraan LKS di lingkungan kampus juga memberikan atmosfer akademik yang nyata bagi para siswa. Integrasi antara fasilitas laboratorium modern dan pengawasan dari para ahli di bidangnya memastikan bahwa setiap tahapan lomba berjalan dengan objektivitas tinggi. Hal ini penting untuk menjaga integritas lulusan vokasi yang akan terjun langsung ke pelayanan publik.
Kepala Lembaga Pemasaran dan Humas (LPH) UHB, Riska Nadiya Salsabela, S.E., M.Sc., menjelaskan bahwa pemilihan UHB sebagai lokasi perlombaan mencerminkan kepercayaan publik terhadap kualitas sarana dan prasarana kesehatan yang dimiliki universitas. Beliau menilai sinergi ini memberikan dampak positif bagi citra pendidikan di Jawa Tengah.
“Event ini menjadi jembatan strategis untuk memperkenalkan standar edukasi tingkat tinggi kepada para siswa berprestasi. Kami melihat semangat para peserta sebagai sinyal positif bagi pertumbuhan sektor kesehatan di Indonesia. Secara komunikasi publik, keberhasilan acara ini juga mempertegas posisi UHB sebagai institusi yang peduli pada pengembangan talenta sejak dini guna memastikan pembangunan sumber daya manusia yang merata dan kompetitif,” tutur Riska.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini mencakup berbagai rangkaian ujian, mulai dari tes teori hingga praktik peracikan obat yang menuntut akurasi serta kecepatan tinggi. Dengan berakhirnya kompetisi ini, para pemenang diharapkan dapat terus mengasah kemampuan mereka untuk mewakili Jawa Tengah di tingkat nasional, sekaligus menjadi motor penggerak inovasi farmasi yang berkelanjutan di daerah masing masing.