Universitas Harapan Bangsa

Lewat FUSE, UHB Perkuat Kepercayaan Diri Berbahasa Inggris

Bagikan :

Universitas Harapan Bangsa menggelar kegiatan FUSE “Foreigners and Us Speaking English” pada 19–20 Desember di Gedung D Kampus 1 UHB. Program ini menghadirkan mahasiswa asing sebagai fasilitator percakapan bahasa Inggris bagi seluruh mahasiswa semester 1. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan keberanian, kepercayaan diri, dan kebiasaan menggunakan bahasa Inggris melalui praktik langsung dalam situasi sehari-hari. FUSE menjadi bagian dari upaya kampus membangun kompetensi global mahasiswa sejak awal masa studi.

Kegiatan FUSE mempertemukan mahasiswa baru UHB dengan mahasiswa asing yang telah terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi harian. Mereka adalah Ruth, Mordekai, Precious, Bob, dan Abu Hasan, yang berasal dari Zimbabwe, Sudan, dan Gambia. Selama dua hari pelaksanaan, peserta diajak berdiskusi dan berinteraksi informal sehingga bahasa Inggris tidak lagi dipersepsikan sebagai bahasa kelas, melainkan alat komunikasi nyata.

Rektor Universitas Harapan Bangsa Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H. menilai FUSE sebagai pendekatan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa masa kini. Ia mengatakan kegiatan ini memberi ruang aman bagi mahasiswa untuk mencoba dan berani berbicara tanpa takut salah. Menurutnya, penguasaan bahasa asing sejak awal perkuliahan menjadi fondasi penting agar lulusan UHB siap berinteraksi di lingkungan global yang semakin terbuka.

Kepala Pusat Pengembangan Bahasa UHB Dinar Primasiwi, S.S., M.Hum. menjelaskan bahwa FUSE dirancang sebagai pembelajaran berbasis pengalaman. Ia menuturkan bahwa mahasiswa sering kali memahami teori bahasa Inggris, tetapi kurang percaya diri saat harus berbicara. Melalui interaksi langsung dengan penutur yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi harian, mahasiswa dilatih membangun keberanian dan kelancaran secara alami.

Selain meningkatkan kompetensi bahasa, FUSE juga memperkuat nilai saling menghargai dalam keberagaman budaya. Interaksi lintas negara yang terjadi selama kegiatan memperkenalkan mahasiswa pada perspektif global sejak dini. Pendekatan ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya dalam mendorong pendidikan berkualitas yang inklusif serta memperluas pemahaman lintas budaya sebagai bekal menghadapi tantangan global.

Para peserta menyambut kegiatan ini dengan antusias. Banyak mahasiswa mengaku lebih percaya diri setelah terlibat langsung dalam percakapan santai bersama mahasiswa asing. Mereka merasa proses belajar menjadi lebih hidup dan relevan dengan kebutuhan komunikasi di dunia nyata.

Melalui FUSE, Universitas Harapan Bangsa menegaskan komitmennya menyiapkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi global dan keberanian berkomunikasi. Program ini direncanakan menjadi salah satu model pembelajaran bahasa yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran UHB dalam mencetak lulusan yang adaptif di tingkat nasional dan internasional.

Video :