Universitas Harapan Bangsa

UHB Gelar OSCE untuk Standarisasi Kompetensi Klinik Mahasiswa

Bagikan :

Program Studi D4 Keperawatan Anestesiologi Universitas Harapan Bangsa menyelenggarakan Objective Structured Clinical Examination atau OSCE bagi mahasiswa semester lima pada 19-24 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium Kesehatan Prodi D4 Keperawatan Anestesiologi Kampus 1 UHB sebagai bagian dari persiapan Praktik Klinik 2 (dua) dan Praktik Klinik 3 (tiga) di rumah sakit. OSCE dilaksanakan untuk memastikan kesiapan mahasiswa sebelum diterjunkan ke lahan praktik dengan menilai kompetensi klinis secara objektif dan terstandar. Ujian ini menjadi tahap penting menjelang pelaksanaan praktik klinik yang dimulai pada 29 Desember 2025 di sejumlah rumah sakit di Jawa Tengah dan Jawa Barat selama dua bulan.

Pelaksanaan OSCE diikuti seluruh mahasiswa semester 5 (lima) Prodi D4 Keperawatan Anestesiologi yang akan menjalani praktik klinik lanjutan. Selama enam hari, mahasiswa diuji melalui berbagai stase keterampilan yang dirancang menyerupai kondisi nyata di layanan kesehatan. Materi ujian mencakup penanganan pra, intra, dan pasca tindakan pada kasus gawat kritis, termasuk pelayanan di unit perawatan intensif atau ICU. Setiap peserta dinilai oleh penguji sesuai rubrik yang telah ditetapkan untuk menjamin objektivitas dan keseragaman penilaian.

Koordinator Kegiatan, Amin Susanto, S.Kep., Ns., MSN. menjelaskan bahwa OSCE merupakan metode evaluasi yang menekankan pada kemampuan klinis, komunikasi, serta pengambilan keputusan. Melalui simulasi kasus, mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan kesiapan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional sebelum berhadapan langsung dengan pasien di rumah sakit. Hasil OSCE akan menjadi dasar evaluasi kesiapan mahasiswa sekaligus bahan perbaikan pembelajaran di tingkat program studi.

Rektor Universitas Harapan Bangsa, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menjaga mutu pendidikan kesehatan. Ia menyatakan bahwa OSCE tidak hanya berfungsi sebagai ujian akademik, tetapi juga sebagai instrumen penjaminan kualitas lulusan. Menurutnya, melalui penilaian yang objektif dan terukur, universitas dapat memastikan mahasiswa memiliki kompetensi klinis yang aman dan bertanggung jawab sebelum memasuki dunia praktik.

Lebih lanjut, Yuris Tri Naili menambahkan bahwa kesiapan tenaga kesehatan muda menjadi faktor penting dalam mendukung sistem pelayanan kesehatan yang berkualitas. Ia menilai bahwa pendidikan keperawatan anestesiologi harus mampu menjawab tantangan kebutuhan layanan kesehatan yang semakin kompleks, khususnya dalam penanganan pasien kritis.

Pelaksanaan OSCE ini juga selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan Perserikatan Bangsa Bangsa, terutama pada tujuan ketiga mengenai kehidupan sehat dan kesejahteraan. Dengan menyiapkan calon tenaga kesehatan yang kompeten dan profesional, universitas turut berkontribusi dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien. Selain itu, pendekatan pendidikan berbasis kompetensi yang diterapkan melalui OSCE mencerminkan upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Universitas Harapan Bangsa berharap mahasiswa Prodi D4 Keperawatan Anestesiologi siap menjalani praktik klinik dua dan tiga dengan standar kompetensi yang memadai. Praktik klinik tersebut diharapkan menjadi sarana penerapan ilmu sekaligus pembentukan profesionalisme mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja sebagai tenaga kesehatan.

Video :